Chef Juna Rorimpandey mengutarakan banyak narasi hebat serta memikat waktu berkunjung ke saluran YouTube Deddy Corbuzier.

Dibalik reputasinya selaku seorang juri Masterchef Indonesia, Chef Juna melalui perjalanan hidup yang cukup berkelok.

Saat sebelum memperoleh gelar chef, pria berumur 45 tahun ini bahkan juga merasai kehidupan yang sulit di Amerika.

Di bawah ini ringkasan singkat percakapan Chef Juna serta Deddy Corbuzier.

1. Sempat sekolah pilot

Saat sebelum jadi seorang chef, Juna Rorimpandey berpindah dari Indonesia untuk bersekolah pilot di Amerika Serikat.

Chef Juna ambil sekolah pilot yang prospektif kehidupan lebih bagus sesudah enam bulan mengangsu pengetahuan.

Sayang, sekolah itu pailit hingga Chef Juna harus cari jalan sendiri untuk tetap bertahan hidup di Negeri Paman Sam.

Dia cuman tidak berhasil memperoleh lisensi untuk menerbangkan pesawat komersial.

“Gue dapat nerbangin single engine, ada lisence privat pilot and instrument rated pilot berarti gue telah bisa terbang malam, bisa masuk di dalam awan,” kata Chef Juna.

2. Kehidupan sulit di Amerika

Kehidupan Chef Juna jadi makin sulit sesudah sekolahnya pailit.

Orangtuanya di Indonesia tidak dapat mengirim uang kembali sebab ada kritis ekonomi kronis.

Chef Juna bahkan juga merasai pengalaman mengorek tong sampah untuk memperoleh uang untuk makan setiap hari.

“Ngorek sampah buat (mencari) puntung rokok sama koin-koinan atau sen-senan. Yakin atau tidak, gue makan dari sen-senan itu,” terangnya.

Selang beberapa saat, Chef Juna pada akhirnya coba kerja sembarangan sampai pada akhirnya diterima dalam suatu restaurant selaku pelayan.

Perjalanan profesinya juga diawali disana.

3. Melepaskan penawaran menarik

Chef Juna sempat melepaskan penawaran menarik menjadi Executive Sous-Chef di restaurant punya Masaharu Morimoto.

Untuk waktu itu, dia harus terpaksa meremehkan penawaran menarik itu sebab barusan tanda-tangani kontrak baru menjadi juri Masterchef Indonesia.

“Menjadi saat gue habis sign Masterchef season 2. Baru sign, gue bisa penawaran kerja Executive Sous-Chef untuk very well known chef Masaharu Morimoto di US (Amerika), Napa Valley,” kata Chef Juna.

Meski begitu, Chef Juna akui tidak menyesal benar-benar dengan ketetapannya.

“Yeah, well, it passed. I’m old enough. It’s not that I’m not capable but the opportunity for stuff like that, I think it’s gone. Saat ini harus lalui sendiri,” ucapnya.

4. Berpisah dengan istri di Amerika

Tidak banyak yang mengetahui narasi mengenai Chef Juna yang sempat berpisah dengan bekas istrinya di Amerika.

Chef Juna ternyata sempat menikah dengan seorang wanita yang bekerja selaku Anesthesiologist atau pakar anestesi.

Ketidaksamaan jam kerja membuat pasangan ini jarang-jarang berjumpa.

Keputusan pisah juga diambil selaku jalan terhebat.

“Tidak bertemu , kasihan. Ya telah kami divorce, baik. We’re still friends,” ucapnya.

5. Tidak perduli perkataan orang

Sejak dahulu, Chef Juna telah tidak sempat perduli dengan perkataan beberapa orang disekelilingnya.

Walau sering dicap aneh-aneh, Chef Juna benar-benar tidak sempat mempedulikan hal itu.

“Gue hidupnya tidak sempat ingin prove something pada orang. Orang ingin ngomong jahanam, brengsek, terserah,” bebernya.

Salah satu hal yang dihiraukan oleh Chef Juna ialah lakukan hal yang menurut dia baik, lepas dari bagaimana respon beberapa orang di luar kelak.

Gempa memiliki kekuatan Magnitudo 4 menggoyang daerah Kabupaten Bandung serta Garut, Jawa Barat. Gempa Bandung berlangsung untuk Minggu 1 November 2020, jam 21.34 WIB.

Posisi gempa Bandung berada untuk koordinat 7,20 Lintang Selatan serta 107,60 Bujur Timur. Persisnya di darat untuk jarak 21 km arah tenggara Kabupaten Bandung untuk kedalaman 5 km.

Menurut Tubuh Meteorologi, Klimatologi serta Geofisika atau BMKG, gempa karena kegiatan Sesar Garut Selatan atau Garsela. Gempa memiliki kekuatan kecil, tetapi menghancurkan karena termasuk dangkal.

Berapa bahaya gempa Bandung karena gerakan Sesar Garsela? Bagaimana kegiatan sesar itu dalam tahun-tahun ini? Baca dalam Infografis di bawah ini:

Infografis

Striker tua berpaspor Swedia, Zlatan Ibrahimovic, jadi penyelamat untuk AC Milan saat berkunjung ke basis Udinese.

Laga Liga Italia minggu keenam, Udinese versus AC Milan, selesai diadakan di Stadion Friuli, Minggu (1/11/2020) malam WIB. Pertandingan usai dengan score 2-1 untuk kemenangan Rossoneri, panggilan team tamu.

Zlatan Ibrahimovic membuat 1 assist serta 1 gol untuk kemenangan 2-1 AC Milan atas Udinese.

1 assistnya untuk gol Franck Kessie di menit ke-18. Sesaat 1 golnya terbentuk melalui saltonya di menit ke-83.

Tentang hal 1 biji gol tuan-rumah, Udinese, dilesakkan oleh Rodrigo de Paul di menit ke-48 melalui titik putih.

Kemenangan AC Milan itu membuat trend tidak terkalahkan Rossoneri tetap terlindungi. Mereka tidak pernah kalah dalam 24 laga paling akhir mereka di lintas pertandingan.

Disamping itu, 3 point yang dicapai oleh Rossoneri di basis Udinese, membuat mereka tenteram di pucuk klassemen Liga Italia dengan catatan 16 point.

Jalannya Laga:

Ke-2 team sama-sama jual-beli gempuran semenjak awalnya pertandingan. Udinese terlebih dahulu membuat Gianluigi Donnarumma tiduran di tanah.

Waktu itu, Donnarumma berhasil menggunting bola umpan yang dianter oleh Deulofeu dari segi kanan serangan musuh sesudah jatuhkan diri.

Selesai kesempatan itu, ke-2 team kembali lagi jual-beli gempuran dengan berganti-gantian serta masif.

Gol pertama kali terbentuk di menit ke-18. Bermula dari umpan manis Ismael Bennacer ke Zlatan Ibrahimovic.

Ibrahimovic lolos dari jebakan offside serta mengatur bola dengan dadanya. Sebentar meredam sang kulit bundar, iamenunggu partnernya.

Tidak berlalu lama, Ibrahimovic kirim assistnya untuk Frank Kessie yang bebas berdiri.

Sekali sepak, Kessie arahkan bola ke atas serta tidak berhasil diperhitungkan oleh kiper Juan Musso. Score beralih menjadi 1-0 untuk keunggulan Rossoneri, panggilan AC Milan.

Pada kondisi ketinggalan, Udinese seringkali memberikan ancaman gawang AC Milan. Tetapi, usaha mereka belum efisien serta gampang dibaca oleh pemain Rossoneri.

Masuk beberapa menit penting set pertama kali, Rossoneri mempunyai kesempatan emas melalui kaki Zlatan Ibrahimovic.

Tendangan Ibrahimovic di luar kotak penalti di menit ke-40 pas ke arah gawang. Namun, penjaga gawang Juan Musso mampu menangkisnya.

Set pertama kali usai dengan score 1-0 untuk keunggulan AC Milan.

Jalannya pertandingan Babak Kedua

Udinese mendapatkan kesempatan emas pertama kali mereka melalui hadiah penalti di menit ke-48.

Wasit menghadiahkan penalti sesudah Romagnoli menyalahi penyerang Ignacio Pussetto di kotak terlarang.

Rodrigo de Paul yang turun selaku pelaksana eksekusi sukses memakainya selaku gol pengimbang. Score beralih menjadi 1-1.

Bertepatan score yang seimbang, laga semakin menghangat. Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, selanjutnya masukkan 2 pemain mereka untuk beri kesegaran permainan.

2 pemain itu yaitu Brahim Diaz serta Sandro Tonali.

Kecuali 2 nama itu, Pioli masukkan Brahim Diaz serta Ante Rebic 14 menit setelah itu. 

Masuk beberapa menit akhir, Zlatan Ibrahimovic jadi penyelamat AC Milan.

Bekas kapten tim nasional Swedia itu cetak gol di menit ke-83 dengan saltonya.

Ia manfaatkan bola liar yang membumbung di muka gawang Udinese. Penjaga gawang yang kalah jarak dari bola dibandingkan Ibrahimovic cuman dapat memperhitungkan.

Namun, Juan Musso tidak dapat membaca arah bola serta mau tak mau menyaksikan sang kulit bundar melalui garis gawangnya. Score jadi 2-1 untuk kemenangan AC Milan sampai akhir pertandingan.

 

Susunan Pemain Udinese vs AC Milan:

Udinese (4-3-3): 1-Juan Musso (PG); 19-Jens Streaming Larsen, 87-Sebastian de Maio, 50- Rodrigo Becao, 3-Samir; 10-Roberto de Paul, 22-Tolgay Arslan (6-Jean-Victor Makengo 63′), 37-Roberto Pereyra; 9-Deulofeu, 7-Stefano Okaka (15-Kevin Lasagna 71′), 23-Ignacio Pussetto.

Pelatih: Luca Gotti

AC Milan (4-2-3-1): 99-Gianluigi Donnarumma; 2-Davide Calabria (5-Diogo Dalot 71′), 24-Simon Kjaer, 13-Alessio Romagnoli, 19-Theo Hernandez, 79-Frank Kessie, 4-Ismael Bennacer (8-Sandro Tonali 57′); 56-Alexis Saelemaekers (21-Brahim Diaz 57′), 10-Hakan Calhanoglu, 17-Rafael Leao (12-Ante Rebic 71′); 11-Zlatan Ibrahimovic.

Pelatih: Stefano Pioli.

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mencetak kemenangan waktu bertanding menantang Nantes dalam kelanjutan Ligue 1 Prancis, Minggu 1 November 2020.

3 gol kemenangan PSG semasing diciptakan Ander Hererra pada menit 47, Kylian Mbappe pada menit 65 lewat titik putih serta Pablo Sarabia pada menit 88.

Hasil ini membuat PSG kuat di pucuk klassemen sesaat dengan 21 point atau beda 3 angka dari Lille yang berada di urutan ke-2.

PSG di laga ini tidak dapat mainkan bintang paling mahal mereka, Neymar Jr, sebab luka.

Walau demikian, masihlah ada Mbappe yang berperanan selaku sandaran cetak gol.

Bintang muda tim nasional Prancis itu buka andilnya di menit ke-47 lewat sodoran assist untuk Ander Herrera.

Sekalian dibayang-bayangi pemain musuh di kotak penalti, Mbappe mengincar Herrera disamping lainnya.

Umpan masak striker gesit itu disikat Herrera dengan tendangan kaki kiri yang tidak berhasil ditepis penjaga gawang lawan.

Di menit ke-65, Mbappe sendiri yang mencatat namanya di papan score.

Gerakan ia dalam kotak terlarang disetop paksa oleh Jean-Charles Castelletto.

Mbappe juga yang ambil sepakan 12 cocok serta berhasil memasukkan bola ke jaring.

5 menit selanjutnya, Nantes berkesempatan mempersempit jarak lewat keadaan sama.

Tetapi, kesiapan Keylor Navas di bawah garis PSG gagalkan eksekusi Kader Bamba dari titik putih.

2 menit mendekati bubaran, Paris menegaskan keunggulan dengan gol penutup Pablo Sarabia (88′).

Kemenangan mutlak ini menguatkan PSG di puncak klassemen sesaat Ligue 1.

Finalis Liga Champions musim kemarin itu mengantongi 21 point dari 9 partai.

Mereka unggul 3 angka di atas runner-up Lille, yang baru memainkan minggu ke-9 satu hari selanjutnya dengan melayani Lyon.

Untuk PSG, tripoin minggu ini jadi kemenangan ketujuh yang dicapai dengan berturut-turut.

Luar biasanya, runtutan itu dibuat semenjak mereka kalah dalam 2 pertandingan pertama Liga Prancis musim ini.